December 4, 2021 By roumukanri110.net 0

Aqiqah bayi baru lahir, tempat pembelian

Kebiasaan menerima bayi yang baru lahir mungkin berbeda di setiap bagian bumi, tetapi semua orang setuju bahwa dengan kehadiran bayi yang baru lahir, kegembiraan dan kebahagiaan turun ke atas keluarganya. Agama Islam telah melegalkan beberapa ibadah dan sunnah setelah kedatangan bayi yang baru lahir, yang terpenting adalah aqiqah anak, baik aqiqah laki-laki maupun perempuan.

Kami akan menjawab pertanyaan Anda tentang ‘aqeeqah bayi baru lahir dalam Islam, dan apa syarat ‘aqeeqah untuk anak laki-laki dan perempuan? Dan kapan ‘aqeeqah untuk bayi baru lahir? Semuanya mengacu pada pertanyaan utama: bagaimana melakukan ‘aqeeqah untuk bayi yang baru lahir?

Apa itu aqiqah?

Ini adalah pengorbanan yang disembelih atas nama bayi yang baru lahir setelah kelahirannya, dan ada yang menyebutnya jimat atau pertapa dan itu adalah Sunnah yang dikonfirmasi, artinya siapa pun yang melakukannya akan diberi pahala, dan tidak ada dosa bagi orang yang melakukannya. meninggalkannya untuk alasan apapun, dan itu termasuk kambing, kambing, domba jantan dan domba.

Adapun aqiqah secara bahasa asal mulanya adalah menjilat, menggunting dan memotong, dan kurbannya disebut aqiqah, karena mengoyak tenggorokannya, dan dikatakan ‘aqeeqah untuk rambut yang keluar di kepala bayi yang baru lahir dari kepala ibunya. rahim.

Kondisi

Mayoritas ahli hukum dan ulama sepakat bahwa syarat aqiqah anak perempuan atau dzikir sama dengan syarat kurban Idul Fitri, yang terpenting adalah amannya aqiqah dari cacat, dan syarat-syaratnya. penyembelihan Islam diterapkan untuk itu.

Kapan harus menyembelih?

Menurut fatwa Otoritas Umum Urusan Islam dan Wakaf di Emirat dari Sunnah, aqiqah disembelih untuk bayi laki-laki atau perempuan yang baru lahir pada hari ketujuh, keempat belas atau dua puluh satu dari kelahiran anak, menurut apa yang diriwayatkan. dari Rasulullah, semoga Allah memberkati dia dan memberinya kedamaian, “Aqiqah disembelih untuk tujuh, empat belas, atau dua puluh satu”.

Adapun orang yang tidak mampu menyembelih aqiqah untuk bayi yang baru lahir pada waktu-waktu tersebut di atas karena sesaknya situasi atau sebaliknya, dimungkinkan baginya untuk menawarkan aqiqah ketika urusannya menjadi mudah, dan orang dewasa. yang tidak menyembelih ‘aqiqah untuk dirinya sendiri juga bisa melakukannya. Sebagian ulama juga mengatakan bahwa boleh dilakukan pada hari ketujuh, keempat belas, atau kedua puluh satu, kemudian setelah itu jatuh dan tidak wajib melakukannya.

Siapa

Ayahnya, atau yang wajib menafkahinya, baik kakek, paman dari pihak ayah, atau paman dari pihak ibu, dipersembahkan kurban atas nama bayi yang baru lahir, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di hari raya. otoritas Hassan dan Husein, semoga Allah meridhoi mereka, keturunan Rasulullah, semoga Allah memberkatinya dan memberinya kedamaian.

Jumlah untuk aqiqah

Sekarang kita menjawab pertanyaan ‘aqeeqah seorang gadis atau aqiqah anak laki-laki, berapa banyak yang harus dikorbankan? Disembelih dua ekor domba untuk laki-laki dan satu ekor domba untuk perempuan, berdasarkan hadits tentang aqiqah anak yang lahir atas wewenang Aisyah r.a. atas wewenang Rasulullah saw. dia dan memberinya kedamaian, yang mengatakan: “Ada dua domba yang setara untuk anak laki-laki, dan atas nama gadis itu ada seekor domba.”

Sedangkan untuk aqiqah anak kembar dilakukan secara terpisah untuk setiap bayi yang baru lahir sesuai dengan syarat aqiqah laki-laki atau aqiqah anak perempuan dalam hal jumlah kurban.

Membagikan aqiqah untuk bayi baru lahir

Kami juga menyebutkan bahwa hukum aqiqah sama dengan berkurban, yaitu boleh dimakan darinya dan disedekahkan dan dibagikan kepada keluarga dan kerabat sesuai keinginannya dan sebanyak yang dia inginkan. Dalam jumlah kecil.

Jika Anda ingin mengadakan aqiqah sebaiknya Anda menghubungi layanan aqiqah jakarta yang berpengalaman dan melayani aqiqah sesuai syariat islam.